Artikel kepengasuhan DEA #20. Bangun Gedung Lebih Murah dari pada Bangun Manusia

Beberapa tahun belakangan, pondok pesantren tumbuh menjamur. Alasan mendirikan pesantren pun beragam.

Seorang sahabat nekat buka pesantren setingkat SMP karena beberapa anak temannya sudah pada lulus SD.

Sahabat yang lain melakukan hal yang sama gegara anaknya dan beberapa anak temannya sudah pada lulus pondok dan butuh tempat untuk mengajar.

Di tempat yang lain, seorang kawan ngebet buka pesantren tahun ini karena baru saja dapat tanah wakaf dari sorang kaya di kota itu.

Sebenarnya ini hal yang menggembirakan jika dilihat dari banyaknya jumlah pesantren yang bermunculan seperti jamur di musim penghujan.

Orang tua juga memiliki lebih banyak referensi dan pilihan untuk anaknya.

Bisa jadi mereka tidak harus keluar kota karena sudah mulai ada pesantren di kotanya.

Pesantren-pesantren baru itu mulai membangun Gedung untuk asrama santri, kelas, masjid, dapur, kamar mandi, taman, dan fasilitas pendukungnya.

Ada yang tahun itu langsung instan terwujud bangunan yang megah.

Ada juga yang butuh waktu lebih lama karena mengerjakan semua hal sambil jalan.

Sejauh ini, tim Dormitory Educator Academy (DEA) menemukan fakta di lapangan bahwa rata-rata pesantren yang sedang tumbuh tidak merasa berat untuk membangun fisik berupa Gedung dan isinya.

Owner, Yayasan, Direktur pesantren, semua berlomba memoles indah sarana dan prasarana. Menempuh segala cara untuk mewujudkan kelengkapan fasilitas.

Pembangunan gedung yang megah semestinya beriringan dengan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Tidak sedikit pesantren baru yang kemudian mati suri setelah membangun fisik dengan biaya besar namun tidak berhasil menyediakan SDM yang mengelola di dalamnya.

Pengasuh, guru dan karyawan pesantren juga butuh “dibangun” guna mengimbangi pembangunan fisik yang megah.

Bentuk membangun SDM bisa berwujud upgrading, sekolah lagi, ikut pelatihan, dan yang paling penting pihak Yayasan menjadikan para pengasuh nyaman.

Mereka nyaman dalam keluarganya (cukup kebutuhannya), nyaman lingkungan kerjanya, dan terasah kemampuannya secara berkelanjutan.

Jika membangun gedung-gedung itu murah. Membangun SDM itu juga tidak mahal.

Baca juga: Berani Mengakui Kesalahan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here