Artikel kepengasuhan DEA #19. Biarlah anak melakukan atas dasar kesadaran.

Perbincangan siang itu lumayan seru. Sebab, pokok bahasan utamanya lagi-lagi tentang kepengasuhan.

Seorang bapak bercerita tentang keadaan anaknya yang sudah beberapa bulan di pesantren.

Dia mengatakan, “Kemarin anak saya pulang, saat masuk waktu shalat saya ajak dia untuk bersiap dan mengenakan sarung. Eh, dia malah menjawab, gini aja Bi, pakai celana. Ustadz bilang gak apa-apa, biar kita melakukan atas dasar kesadaran.”

Si bapak merasa aneh. Dia kenal betul anaknya yang masih remaja itu. Anak seusia itu, biasanya tidak melakukan sebuah kebiasaan baru dengan kesadaran secara tiba-tiba.

Jika harus menunggu datangnya kesadaran pada anak, mau sampai kapan?

Mengenakan sarung saat shalat berjamaah di masjid bisa dianggap tidak terlalu prioritas, lha wong pakai celana juga sah kok shalatnya.

Walaupun demikian, membiasakan santri untuk terampil menggunakan sarung yang rapi itu butuh proses.

Selain itu, kaum muslimin khususnya santri di Indonesia sangat identik dengan sarung.

Untuk urusan mengenakan sarung saja butuh proses pembiasaan.

Pernahkah anda melihat santri pakai sarung hingga terlihat gemuk pada bagian gulungan di perutnya?

Bagaimana cara untuk membiasakan santri agar tidak sering melakukan ghasab?

Atau agar santri tidak hobi masbuk saat berjamaah di masjid?

Bagaimana membiasakan santri agar isi lemarinya senantiasa rapi?

Nah, semua itu tidak bisa terjadi ujug-ujug begitu saja. Harus disertai dengan bimbingan, pengulangan dan pengontrolan.

Maka, untuk lebih lengkapnya, tim Dormitory Educator Academy (DEA) memberikan tips-tips menumbuhkan kesadaran dengan urutan “dari mana datangnya kesadaran berdisiplin?”

1) Edukasi setiap program
2) Tanamkan manajemen keuntungan menjalankan program itu
3) Tanamkan tekad yang kuat untuk melakukan
4) Bertindak (action)
5) Kontrol dari pengasuh untuk menjaga keistiqamahan program
6) Pengulangan
7) Timbul kesadaran bersiplin (terbiasa dengan hal baru)

Kesadaran terhadap sebuah kebiasaan baru ada tahapannya. Butuh dikawal agar istiqamah. Selamat mencoba.

Baca juga: Belum Gatal Belum Santri?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here