Agar anak peduli terhadap barang yang ada di sekitar atau pondok pesantren, maka yang harus di lakukan adalah;
1) Edukasi.
Edukasi tentang Amanah. Sampaikan kepada mereka bahwa semua barang yang ada adalah titipan Allah SWT dan kita nantinya akan diminta pertanggung jawaban, dari mana barangnya datang, digunakan untuk apa, dan bagaimana cara merawatnya. Maka dasar awalnya adalah edukasi bukan kepada peraturan.
2) Harus ada budaya keteladanan dan peka terhadap lingkungan.
Guru-guru dan para senior harus ambil bagian peduli dalam hal itu misalnya; ustadz lewat kemudian melihat lampu yang masih menyala di pagi hari maka ustadz tersebut ikut mematikan, ustadz lewat kemudia ada tong sampah yang miring, terjungkir atau isinya berceceran maka ia juga ikut mengambil, ustadz lewat kemudian melihat kursi di halaman yang tidak terpakai mestinya kursi itu ada di ruangan maka ia mengambil baik ia mengambilnya secara lansung atau dengan memanggil satu orang santri dengan mengatakan “tolong ambil kursi ini dan kembalikan ke kelas agar tidak rusak”.
Budaya keteladanan dan perhatian dalam hal ini nantinya akan menjadikan lingkungan ditempat itu saling peka, saling peduli, saling memperhatikan barang-barang.
3) Memberikan apresiasi atau perhatian baik kepada anak-anak yang melakukan tindakan tersebut.
Misalnya, ada kursi disembarang tempat kemudia dikembalikan maka dikatakana kepadanya “terikasih banyak nak atau jazaakumullahu khairan kamu ikut merawat barang-barang, semoga Allah memberikan ganjaran yang lebih baik.” Dengan adanya ungkapan seperti ini akan membuat dia merasa diperhatikan. Begitu juga ada anak yang mengambil inventaris pondok kemudian ia gunakan dan tidak dikembalikan lagi ke tempat semula maka dia butuh untuk di panggil atau diberi peringatan kemudian dikatakan kepadanya “ini juga bagian dari Amanah, kita harus menjaganya karna kamu akan menjadi anak sebagaimana yang kamu lakukan pada hari ini, kebiasaan-kebiasaan mu pada hari ini akan menjadi kehidupanmu dimasa yang akan datang.”
Maka urutannya nanti adalah edukasi, teladan, melakukan, mengajak,menyuruh. Mudah mudahan barang seperti itu (barang pondok) nanti tidak ada yang rusak karna tidak digunakan. Kalau seandanya nanti terjadi rusak karna sudah waktunya barang itu untuk rusak, bisa karna penggunaan maka itu hal yang wajar. Jadi jangan sampai barang itu rusak karna tidak digunakan, kursi di letakan di halaman terkena hujan, basah, kering maka hal ini akan membuat kursi itu menjadi rusak, bukan karna digunakan tapi karna tidak dirawat begitu juga dengan barang-barang yang lain.