“Ghosob Terus Berulang Dipesantren—Kenapa Tidak Pernah Selesai?”

151. Bagaimana cara mengatasi ghosob di pondok pesantren?

Jawaban:

Agar tidak terjadi ghosob di pondok pesantren, maka ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan, di antaranya:

1) Edukasi

Yang pertama adalah edukasi.

Maksudnya, memberikan pengarahan tentang bahaya ghosob, baik bagi pelaku maupun penyebab terjadinya.
Sampaikan sampai pada pemahaman bahwa ghosob ini adalah tahapan awal dari mencuri, yaitu menggunakan barang orang lain tanpa izin.

2) Pastikan Kebutuhan Santri Terpenuhi

Semua barang yang dibutuhkan di pondok harus dimiliki oleh setiap santri.

Misalnya:

  • Sandal → setiap santri harus punya
  • Gunting kuku → setiap santri harus punya
  • Sisir → setiap santri harus punya

Intinya, jangan sampai ada kebutuhan dasar yang tidak dimiliki, karena ini bisa memicu terjadinya ghosob.

3) Batasi Jumlah Kepemilikan Barang

Barang yang dimiliki santri harus dibatasi.

Kenapa?
Agar lebih terukur dan mudah dikontrol.

Kalau tidak dibatasi, akan ada santri yang memiliki barang berlebih, sehingga ketika ada barang yang dipakai orang lain, ia tidak merasa kehilangan.

Misalnya:
berapa jumlah baju yang boleh dimiliki, dan lain-lain.

Intinya, kepemilikan harus terukur.

4) Beri Kode pada Setiap Barang

Setiap barang yang dimiliki santri harus diberi kode.

Dan kode terbaik adalah menggunakan angka.
Misalnya: 001, 002, 003, dan seterusnya.

Dengan sistem ini:

  • Lebih rapi
  • Tidak bentrok nama
  • Mudah dilacak meskipun jumlah santri banyak

5) Lakukan Pengecekan Berkala

Semua barang santri harus dicek secara rutin, minimal sebulan sekali.

Kenapa ini penting?

Karena tanpa pengecekan, santri akan merasa tidak ada tanggung jawab.

Dengan pengecekan:

  • Barang yang hilang bisa segera dicari
  • Barang yang tertukar bisa dikembalikan
  • Rasa tanggung jawab akan tumbuh

6) Bangun Lingkungan yang Baik

Lingkungan sangat berpengaruh.

Usahakan tidak ada budaya pinjam-meminjam atau menggunakan barang orang lain tanpa izin.

Lingkungan yang baik adalah:

  • Saling mengingatkan ketika ada yang salah
  • Memiliki etika yang kuat
  • Punya niat bersama untuk menjaga kebaikan

Sehingga tertanam bahwa ghosob adalah sesuatu yang berbahaya dan harus dihindari.

7) Sediakan Tempat Penyimpanan yang Jelas

Setiap barang harus punya tempat yang jelas.

Misalnya:

  • Al-Qur’an pribadi → setelah digunakan, dibawa kembali ke tempatnya, jangan ditinggal sembarangan
  • Sabun → disediakan rak di kamar
  • Sandal → ada rak khusus

Karena jika barang diletakkan sembarangan, itu akan memancing orang lain untuk menggunakannya.

Penutup

Intinya…
ghosob bukan hanya masalah santri,
tapi masalah sistem dan lingkungan.

Jika sistemnya jelas, kebutuhannya terpenuhi, dan lingkungannya baik…
maka ghosob bisa diminimalisir bahkan dihilangkan.

Semoga bermanfaat.
Baarakallahufiikum.

By Ustadz:

Ibrahim Mandres..

You might also like

Kafa Institute Adalah mitra terpercaya dalam membangun SDM yang berkualitas dengan nilai-nilai Islami, profesional, dan berdaya guna baik secara pribadi maupun organisasi

Chat WhatsApp
Chat