Artikel kepengasuhan DEA #16. Jangan kejar kupu-kupu, tanamlah bunga maka kupu-kupu akan datang.

Beberapa pekan yang lalu, kami menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan salah satu sahabat DEA Angkatan 1 yang mengasuh sebuah pesantren dekat Samudra Hindia.

Setelah bertanya kabar, saya meminta beliau untuk memberikan gambaran tentang perkembangan di pesantrennya setelah berlalu setahun semenjak diterapkannya ilmu dari training kepengasuhan Dormitory Educator Academy (DEA) di pesantren tersebut.

“Perubahan apa saja yang sudah terjadi Ustadz?” kami membuka pertanyaan.

Beliau menjawab, “Alhamdulillah efek dari penyampaian adab dalam morning spirit perlahan tapi pasti mulai tertanam dan dilaksanakan anak-anak. Meski kadang teguran dan peringatan juga kami lakukan, namun sudah tidak sesering sebelumnya.”

“Manajemen keuntungan juga sudah mulai dipilih oleh anak. Terbukti ketika ditawarkan untuk dibangunkan pukul 03.30 (1 jam sebelum shubuh) atau jam 03.00, anak-anak lebih memilih bangun jam 03.00 nya.”

“Meski masih belum sempurna untuk pelaksanaannya, karena kadang sebagian kelas sighar masih tidur lagi”.

“Kerapian kamar juga alhamdulillah sudah menuju ke arah yg lebih baik”.

Kami melanjutkan pertanyaan, “Apakah wali santri merasakan ada perubahan baik?”

“Alhamdulillah keputusan dan peraturan yang dibuat oleh ma’had (pesantren) selalu didukung oleh wali murid. Respon dari anak-anak pun juga baik.”.

“Wali santri alhamdulillah sudah mulai aktif terlibat dalam grup WA ketika ada informasi atau hal lainnya”.

“Bagi kami, dengan tepat waktunya mereka membayar syahriyah (SPP) mudah-mudahan menjadi sinyal bahwa wali santri sudah terlayani dengan baik dan cukup puas. Meskipun ada beberapa yang terlambat karena memang ada kesulitan ekonomi”.

Beliau menjelaskan perubahan sikap orang tua/wali santri setelah mendapatkan pelayanan yang baik dari pihak ma’had (pesantren).

Pelayanan maksimal pengasuh kepada santri dan wali santri adalah upaya menanam bunga.

Kesadaran wali santri untuk membayar syahriyah (SPP) tepat waktu dan bahkan memberikan lebih adalah wujud dari kupu-kupu yang mendatangi.

Para guru, silakan Anda coba !!!

By KAFA Institute-Surakarta

(Baca juga: Slow Learner  )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here