Artikel kepengasuhan DEA #15. Santri Susah Dibangunkan, Kenapa?

Training kepengasuhan Dormitory Educator Academy (DEA) sudah meluluskan 9 angkatan.

Dalam sesi problem solving, persoalan tentang santri yang susah dibangunkan hampir selalu jadi pertanyaan peserta.

Seolah setiap pesantren memiliki masalah dalam membangunkan santri. Padahal, hal tersebut bisa diatasi jika pengasuh mengerti.

Membangunkan santri untuk shalat tahajud atau untuk shalat subuh misalnya, akan terasa mudah jika kita mampu mengkondisikan urutan kebelakang.

Temuan kami di lapangan menunjukkan bahwa santri yang susah bangun, biasanya dikarenakan ia bergadang pada jam istirahat malam/tidur.

Pertanyaannya, apa yang harus dilakukan?

Kami berusaha menghadirkan kepada Anda 7 cara mudah membangunkan santri, yaitu

1️⃣ Edukasi tentang keutamaan sepertiga malam terakhir
2️⃣ Mengajarkan kepada santri untuk menanamkan tekad kuat agar bisa bangun lebih awal
3️⃣ Mengajak santri untuk melakukan adab-adab sebelum tidur; bersiwak (menggosok gigi), berwudhu, berdo’a
4️⃣ Memastikan santri tidur di awal waktu. Bersegera tidur setelah program malam di sekolah / pesantren selesai.
5️⃣ Musyrif/wali asrama bangun terlebih dahulu untuk kemudian membangunkan santri.
6️⃣ Musyrif/wali kamar mengajak santri bersyukur dengan membaca do’a setelah bangun tidur.
7️⃣ Musyrif/wali kamar mengajak santri untuk bersegera bangkit setelah terjaga.

Diantara penopang kesuksesan seseorang adalah kemampuan untuk membiasakan diri dengan pola tidur berkualitas.

By KAFA Institute-Surakarta

(Baca juga: Hidup Di Bawah Naungan Bel )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here