Artikel kepengasuhan DEA #13. Gampang Manual atau Matic?

Beberapa bulan lalu, kami berkunjung ke salah satu pesantren di Jawa Tengah. Seperti biasa, kita berdiskusi seputar kepengasuhan santri dengan para guru (asatidzah).

Tiba-tiba sang mudir (pimpinan pesantren) bertanya, “Ustadz. Salah satu guru saya merasa bahwa menangani santi putra lebih susah dari pada santri putri. Benarkah demikian?”

Kami balik bertanya, “Apakah ia sudah berkeluarga dan memiliki anak lelaki dan perempuan?” Dijawab, “belum.”

Selanjutnya kami bertanya lagi, “Apakah ia pernah mengelola pesantren putri?” “Belum.” Jawabnya. Kedua jawaban itu sudah bisa menjadi gambaran kami untuk memberikan saran yang sesuai.

Pertanyaan pertama dijawab “belum”, artinya ia belum merasakan bagaimana mengasuh dan mendidik anak perempuan dalam keluarga karena faktanya yang bersangkutan belum berkeluarga (bujang).

Pertanyaan kedua juga dijawab “belum”, faktanya ia selama ini bertugas di pesantren putra. Pernyataan bahwa mengasuh santri putri lebih gampang dari pada santri putra masih sebatas asumsi berdasarkan kedua jawaban di atas.

Kisah di atas akan nyambung dengan judul yang kami cantumkan. Ibarat mengendarai motor atau mobil, orang yang sudah terbiasa dengan mobil/motor manual atau matic tidak akan kesulitan saat dihadapkan pada salah satu dari keduanya.

Ia sudah berpengalaman dalam mengendarai yang manual ataupun yang matic. Orang yang bermasalah dengan motor/mobil matic hanyalah orang yang hanya bisa dan terbiasa menggunakan model manual.

Walaupun dengan sedikit penyesuaian akhirnya bisa juga. Sebaliknya, orang yang punya masalah dengan motor/mobil manual adalah mereka yang hanya bisa dan terbiasa menggunakan model matic.

Santri putra atau putri tidak akan menjadi masalah bagi pengasuh dan pendidik yang sudah berpengalaman terhadap keduanya.

Pengalaman akan mengajarkan bagaimana mengenal, beradaptasi, dan menyelesaikan masalah sesuai dengan kecenderungan seorang lelaki atau seorang wanita.

Di bagian akhir diskusi kami katakan; “Bagi kami, mengasuh santri putri itu gampang banget. Sedangkan mengasuh santri putra itu gampang sekali”

(Baca juga : Mengasuh Dan Mengatur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here