Pertanyaan yang bagus. Prinsipnya sederhana:
pertama, tahu tugas utama.
kedua, kerjakan tugas utama
ketiga, bisa membantu orang lain.
Contohnya, kalau saya Musyrif Tahfiz, maka saya harus tahu jadwal masuk, jam berapa, dan kelas mana saja yang saya ajari. Itu dulu yang harus dijalankan. Setelah itu, barulah siap membantu yang lain. Misalnya diminta nyupir, ya bisa nyupir, kalau ada lampu putus, ya bisa mengganti. Jadi, tetap utamakan tugas pokok, lalu tambah dengan membantu kebutuhan lain.
Itu sebenarnya fadilah—menabung energi. Kalau hanya menjalankan tugas utama, itu sudah bagus dan pimpinan akan senang tapi kalau bisa lebih, menambah kebaikan di luar tugas utama, itu yang lebih disukai.
Lalu bagaimana dengan santri? Caranya ikut terlibat dalam kegiatan mereka, kalau mereka main bola, hadir bersama meeka, kalau ada kerja bakti, ikut turun tangan. Anak-anak akan merasa dekat dan akhirnya menyukai Anda.
Jadi, kuncinya jelas: tahu dan kerjakan tugas utama, lalu siap membantu orang lain, dan ikut hadir dalam kegiatan santri. Dengan begitu, Anda akan dicintai Mudir dan santri.
Begitu. Baarakallahufiikum.