“Sudah Ngaji Bertahun-tahun, Tapi Kenapa Masih Kurang Hormat?”

155. Bagaimana cara mengajarkan atau menanamkan rasa hormat dan kasih sayang pada sesama santri?

Jawaban:

Menanamkan rasa sayang dan rasa hormat kepada sesama santri atau agar tidak terjadi saling mengganggu atau membuly  maka yang harus di lakukan adalah:

1). Ditanamkan kepada mereka tentang pesan Rasulullah agar menghormati yang lebih tua kemudia menyayangi yang lebih kecil dan itu bagian dari akhlak muslim. Dan itu di sampaikan se-sering munkin, bisa di morning spirite atau di tausiyah singkat 5-7 menit setelah  shalat.

2). Guru juga menampakkan sikap dengan menggunakan bahasa yang hormat ketika berkomunikasi dengan yang lebih tua, yang lebih senior, kemudian guru senior menggunakan bahasa yang ramah, berkasih sayang kepada guru yang lebih muda. Gunakan bahasa misalnya “ustadz tolong ini di buatkan, ustadz tolong di bantu yang ini”. Bahasa ini sebenarnya adalah bahasa menyuruh tapi dengan bahasa kasih sayang.

3). Santri-santri di kamar di gabung atara kelas 7,8,9. Mereka di gabung dalam satu kamar dan di ajarkan adab saling menyayangi, saling menghormati. Dalam proses menggabung penghuni kamar, guru atau musyrif-musyrifah, murabbi-murabbiyah, atau wali kamar terus membina mereka, membuat mereka lebih akrab, membuat mereka mempraktekkan adab-adab islam, masuk keluar kamar mengucapkan salam yang besar juga mengucapkan salam. Maka hal ini akan menjadikan mereka nantinya tumbuhlah rasa kasih sayang.

Nah dalam lingkungan kegiatan 24 jam sehari-hari di pesantren budayakan agar mengucapkan salam ketika bertemu, jadi seperti hadits nabi Muhammada Shallahu’alaihi wassalam

لا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

Artinya: kalian tidak akan masuk Jannah sampai kalian beriman dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai, maukah kalian aku tunjukan satu cara jika kalian melakukan maka kalian akan saling mencintai “sebarkanlah salam diantara kalian”.

Di lingkungan pesantren ucapkan salam, yang berjalan, yang duduk, intinya budaya saling memberi salam menjadi kebiasaan di tempat itu  sehingga nantinya mereka akan timbul rasa hormat, rasa sayang, dan nanti kasus buly membuly mudah-mudahan terhindar dari sebuah aktifitas yang bisa kita lakukan. Baraakallahufikum. Semoga bermanfaat.

You might also like

Kafa Institute Adalah mitra terpercaya dalam membangun SDM yang berkualitas dengan nilai-nilai Islami, profesional, dan berdaya guna baik secara pribadi maupun organisasi

Chat WhatsApp
Chat