Saya sering menyampaikan tema “Raih sukses dengan berjalan lebih cepat satu Langkah”. Tema ini saya ilhami dari pengalaman saya ketika singgah di Singapura, Turki, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara lain. Masyarakat di sana terbiasa berjalan cepat dari satu tempat menuju tempat lain. Jarang saya temui dua orang berjalan sambil ngobrol santai.

Berjalan lebih cepat bisa mengantarkan kita pada kesuksesan. Awalnya seolah tidak percaya dengan kebiasaan itu.
Apa hubungannya sukses dengan berjalan lebih cepat? Namun setelah mempraktekkannya kini saya merasakan kesuksesan demi kesuksesan dalam hidup.
Saya juga pernah mendapat informasi bahwa pada tahun 90-an di India, orang-orang bisa sukses dengan membiasakan diri berjalan lebih cepat. Dan itu berdampak pada pertumbuhan ekonomi di negara itu.

Makna berjalan lebih cepat yang pertama adalah mempersedikit Langkah. Jika kita berjalan 10 langkah dari dapur menuju ruang tamu, maka pesedikit menjadi 9 langkah. Di pesantren simulasikan kepada santri untuk menghitaung Langkah dari satu tempat ke tempat lain. Contohnya, hitunglah jumlah Langkah dari kamar ke masjid, dari masjid ke ruang kelas, dari kamar ke dapur, dari ruang kelas ke kamar mandi. Berikutnya kurangi jumlah langkah yang dibutuhkan untuk perpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Apa pentingnya berjalan lebih cepat satu langkah?
Pernah menonton lomba renang? Dalam perlombaan renang olimpiade, Asian Games, Sea Games, atau PON, para atlit yang mewakili negara atau provinsinya memperebutkan medali emas untuk juara satu, medali perak untuk juara dua, dan medali perunggu untuk juara tiga. Misalnya, perenang juara satu mendapatkan 100-gram emas. Harga emas 1-gram hari ini Rp 963.000. Katakanlah satu juta, berarti 100-gram emas di kali satu juta per gramnya berapa juta? 100-gram emas sama dengan 100 juta. Juara satu mendapat uang senilai 100 juta. Juara dua dapat hadiah 100-gram perak. Perak hari ini kurang lebih Rp. 40.000 per gramnya. Rp. 40.000 dikali 100 berapa? 4 juta. Juara satu mendapat 100 juta sementara juara dua Rp. 4 juta kita tidak usah membahas juara tiga ya? jarak antara juara satu dan juara dua berapa? 96 juta. Banyak nggak? Padahal di lapangan, bedanya juara satu tangannya sudah mencapai dinding tembok kolam renang sementara juara dua baru di atas dinding perbedaan waktunya tidak sampai satu detik. Mungkin usai lomba juara dua bilang kepada juara satu, “ah! kamu sama saya kan cuma menang gini doang”. “Iya gini doang, tapi beda 96 juta mas”.

Bagaimana contoh aplikasi berjalan lebih cepat satu langkah di dunia pesantren?
Untuk memudahkan, saya punya sebuah ilustrasi begini;
Hari libur pesantren biasanya hari jum’at. Malam sebelumnya, santri ada acara masak mie usai acara muhadhoroh. Saat memasak mie, ditaruh banyak cabe untuk menikmati sensasi pedas level sultan. Usai acara makan-makan santri beristirahat di kamar masing-masing. Tiga jam berikutnya, mie sudah diproses oleh system metabolisme tubuh. Beberapa santri mulai merasa mulas pada perut mereka. Berikutnya bisa ditebak, terjadi antrian di kamar mandi. Jika satu kamar mandi untuk lima orang, maka orang pertama bisa menyelesaikan hajatnya di dalam walupun lupa membaca do’a masuk kamar mandi. Orang kedua celananya basah di depan pintu sambil menahan bagian belakang tubuhnya dengan tangan kirinya. Jangan ditanya orang ketiga dan seterusnya. Nasib mereka lebih mengenaskan.

Sekarang paham kan pentingnya berjalan lebih cepat satu langkah?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here