Artikel kepengasuhan DEA #5. Guru Disiplin VS Guru Kejam.

Pendidik yang memerintahkan murid untuk disiplin dan dia bertindak disiplin maka itulah pendidik teladan.

Sedangkan pendidik yang menyuruh murid disiplin namun dirinya sendiri tidak disiplin maka itulah pendidik yang kejam.

Dalam sebuah sesi training DEA ada seorang peserta yang bertanya, “Bagaimana menjalankan program bahasa (Arab dan Inggris) di lingkungan pesantren?”

Saya bertanya balik, “Apakah pendidiknya berbahasa resmi di lingkungan pesantren?”

Peserta yang bertanya hanya tersenyum sebagai tanda bahwa guru-guru di pesantren itu tidak berbahasa resmi.

Coba kita renungkan dua hal berikut:

Pertama, kedisiplinan tidak bisa lepas dari unsur keteladanan.

Dalam kasus regulasi berbahasa resmi, bukannya santri tidak mau disiplin menerapkan bahasa Arab atau Inggris. Tetapi mereka akan melihat seserius apa guru-guru mereka menetapi regulasi bahasa.

Yah, mungkin sebagian santri berkhusnudzan guru-guru mereka punya udzur untuk “melanggar” regulasi bahasa. Namun pikiran bawah sadar mereka berkata lain, “kok kakak kelas yang senior dan guru-guru kita tidak berbahasa resmi? Padahal kosa kata mereka sudah banyak.”

(Baca juga : Saat Ustadz Tak Membersamai Santrinya)

Kedua, kedisiplinan berbahasa bukan hanya milik bagian bahasa.

Mudir perlu memberi contoh berbahasa resmi walau ia bukan bagian bahasa.

Kepala sekolah perlu menampakkan kepada santri dukungannya terhadap program bahasa dengan berbahasa resmi walau ia tidak 24 jam bersama santri. Guru tahfizh perlu berbahasa resmi di hadapan santri walau ia hanya ngajar tahfizh. Bagian dapur harus melayani santri dengan bahasa resmi.

Program bahasa hanya salah satu contoh. Semua program akan berjalan maksimal jika semua pihak merasa memiliki program itu dan berusaha menjadi teladan di tempat itu.

Guru yang menyuruh santri berbahasa resmi dan ia tidak melakukannya termasuk dalam daftar guru KEJAM. Guru yang menyuruh santri berbahasa resmi dan ia melakukannya maka ia disebut guru TELADAN.

Ustadz yang menyuruh santri tepat waktu namun ia terlambat maka ia adalah Ustadz KEJAM.

Ustadz yang menyuruh santri tepat waktu dan ia tepat waktu maka ia adalah Ustadz TELADAN.

Ustadz yang menyuruh santri bersih dan rapi sementara kamarnya berantakan ia adalah Ustadz KEJAM.

Ustadz yang menyuruh santri bersih dan rapi dan kamarnya lebih bersih dan rapi maka ia adalah Ustadz TELADAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here