Agar guru dekat dengan para santri maka temani aktifitas mereka, Mereka berolahraga kita juga ikut berolahraga bersama mereka, mereka bersih-bersih lingkungan kita ikut bersih-bersih lingkungan dan mereka menyaksikan kita saat itu. Prinsipnya agar dekat dengan mereka maka kita harus membersamai aktifitas mereka.
Sedekat apapun guru dengan murid tidak ada masalah asalkan menjaga dua syarat;
1). Tidak melanggar syariat
2). Tidak melanggar kesepakatan
Misalnya begini; dekat dengan murid dan murid dekat dengan guru tidak melanggar syariat maksudnya adalah dekatnya itu tidak sampai melihat aurat, tidak pegang aurat atau yang lainnya, atau ghibah maka ketika mereka mengghibah maka harus diingatkan “jangan ghibah ini tidak boleh” nah ini kan tidak melanggar syari’at tapi kalau ikut mengghibah Bersama mereka, ya sudah nanti mejadikan dia tidak di hargai.
Kedua adalah tidak melanggar kesepakatan atau dalam bahasa pondoknya aturan, misalnya lagi asyik ngobrol kemudian sudah waktunya makan maka sampaikan kepada mereka “ini sudah waktu kamu makan kamu harus segera makan” atau waktunya gotong royong bersih-bersih katakan kepada mereka “ini waktunya gotong royong atau bersih bersih, sekarang kamu berkegiatan dulu nanti kita ngobrol lagi”. Nah tidak melanggar dua hal ini mau sedekat apapun tidak akan terjadi masalah. Ada aturan-aturan pondok tidak dilangar maka guru masih dihormati oleh murid, ada syari’at tidak dilanggar maka sedekat apapun masih tetap dihargai.
Agar dekat dengan santri maka kita harus bersamai mereka, temani, berkegiatan bersama, main bola bersama, renang bersama, lari bersama, apa-apa kegiatan santri maka guru harus ikut membersamai mereka. Sedekat apapun kita dengan mereka selama menjaga dua hal yang diatas maka kita akan tetap dihargai oleh mereka.