Ditunjuk Menjadi Pemimpin Tapi Belum Punya Pengalaman, Diterima Apa Ditolak??

131. Bagaimana pendapat ust mengenai leader yang belum ada pengalaman di bidang organisasi dan kurang bimbingan agar organisasi tersebut menjadi lebih baik dari sebelumnya? Dan apa solusinya?

Jawaban

Setiap orang tidak akan pernah punya pengalaman kalau tidak memulai, seorang tidak akan pernah menjadi khatib Jumat kalau tidak pernah mencoba jadi khatib Jumat,tidak akan pernah menjadi khatib Idul Fitri kalau tidak mau memulai,  Begitu juga kalau ada tawaran memimpin kelas lalu ditolak dengan alasan “belum pernah”, maka selamanya ia tidak akan pernah mengalami.

Jadi yang penting adalah memulai dan menjalaninya.

Namun dalam organisasi ada dua sisi: organisasi itu sendiri dan personal. Kalau organisasi sudah besar maka pemimpinnya harus berpengalaman. Pengalaman artinya pernah memimpin sebelumnya, meskipun satu-dua kali, organisasi besar tidak boleh dipimpin oleh orang tanpa pengalaman.

Tapi bagi pribadi, mulailah dari yang kecil. Coba memimpin kelas, jadi wali kelas, jadi kepala sekolah, lalu naik ke level organisasi lebih besar, ada tahapannya. Orang yang tidak pernah memimpin yang kecil lalu tiba-tiba memimpin yang besar pasti kesulitan, kecuali memang orang-orang yang istimewa.

Kalau pesantren baru dengan santri masih sedikit, wajar dipimpin oleh orang yang belum berpengalaman. Dari situlah ia belajar, dan organisasi itu berkembang bersama dirinya, Tapi kalau pesantren nya sudah besar dan mapan jangan dipimpin oleh orang tanpa pengalaman.

Namun jika kenyataannya sudah terjadi—organisasi besar dipimpin oleh orang yang belum berpengalaman—maka si leader harus terus belajar: belajar menggerakkan tim, belajar memimpin rapat, belajar mengevaluasi, belajar memberi apresiasi, dan belajar menegur yang keliru, artinya dia tidak boleh berhenti untuk belajar.

Sebelum saya akhiri, Saya akan menyampaiakan satu kalimat “kamu tidak akan PERNAH ‘PERNAH’ bila kamu tidak PERNAH maka PERNAHLAH”

artinya seseorang tidak akan mempunya pengalaman bila ia tidak memulai, ia tidak akan bisa menjadi khatib jum’ah bila ia tidak memulai, dan sebagainya.

Munkin begitu dulu keterangan yang bisa saya sampaikan

Baarakallahufiikum

You might also like

Kafa Institute Adalah mitra terpercaya dalam membangun SDM yang berkualitas dengan nilai-nilai Islami, profesional, dan berdaya guna baik secara pribadi maupun organisasi

Chat WhatsApp
Chat