Alhamdulillah, ini pertanyanyaan yang bagus, baik.
Didalam sebuah lembaga atau sekolah, yang perlu ada adalah leadernya harus jelas kemudian pimpinan yang memimpin ditempat itu, maka ini permasalahan ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan mudah asalkan yang diatas tadi sudah terpenuhi. Saya sampaikan bahwa hidup bersama itu pasti banyak perbedaan.
Kita yang tinggal berdua saja kada terjadi perbedaa pendapat. Bertiga, lebih banyak lagi bedanya. Apalagi dalam satu komunitas, tentu akan semakin banyak perbedaan. Artinya, dalam satu urusan bisa muncul pendapat A, B, C, dan seterusnya, dan hal itu normal.
Yang tidak normal adalah ketika ada perbedaan pendapat, namun dia tidak menjalankan tugas utama yang sudah diamanahkan kepadanya.
Ketika seorang leader atau pemimpin melihat ada satu perbedaan, dua perbedaan, jangan sampai itu justru menambah suasana menjadi tidak kondusif.
Bahkan saya sering bilang begini, apabila dalam satu rapat ada 20 atau 30 peserta, tapi semua suaranya sama, maka tidak perlu rapat dengan 20 orang, cukup dengan satu orang saja, Kalau dari 20 orang pendapatnya satu semua, satu suara, ya cukup satu orang yang bicara.
Lebih ringan dari sisi biaya, waktu, dan lain sebagainya.
Maka dalam rapat itu, kalau ada 20 orang, idealnya ada 20 pendapat. Setelah itu, pimpinan sidang atau pimpinan rapat mengambil keputusan terbaik pada saat itu.
Kemudian ketika sudah diputuskan, semua orang menjalankan kesepakatan.
Salah satu makna disiplin dalam bekerja tim adalah siap menjalankan kesepakatan walaupun tidak sependapat dengan pendapat yang disepakati bersama.
Misalnya ada satu program: kita akan pergi ke barat. Saya mengusulkan ke timur yang pendapat saya berbeda dengan pendapat pertama, Tapi hasil keputusannya adalah ke barat, Maka saya yang mengusulkan ke timur, ketika sudah disepakati pergi ke barat, harus tetap ikut ke barat.
Salah satu makna disiplin adalah mampu bekerja sama. Dan salah satu bentuk mampu bekerja sama adalah siap menjalankan kesepakatan walaupun tidak sependapat.
Nah, ini butuh skill seorang leader—bagaimana memahamkan, bagaimana mengajak orang yang tidak sependapat untuk tetap menjalankan keputusan tanpa menyakiti perasaan mereka.
Kembali lagi, satu ide itu normal, bahkan banyak ide itu keren. Tapi kalau sudah disepakati, sudah diputuskan, maka harus dijalankan bersama sesuai dengan kesepakan meskipun awalnya kita mengusulkan hal yang berbeda dengan kesepakan yang diambil bersama.
munkin itu dulu keterangan yang bisa saya sampaikan, Baarakallahufiikum.