Agar tidak terjadi ghosob di pondok pesantren, maka ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan, di antaranya:
Yang pertama adalah edukasi.
Maksudnya, memberikan pengarahan tentang bahaya ghosob, baik bagi pelaku maupun penyebab terjadinya.
Sampaikan sampai pada pemahaman bahwa ghosob ini adalah tahapan awal dari mencuri, yaitu menggunakan barang orang lain tanpa izin.
Semua barang yang dibutuhkan di pondok harus dimiliki oleh setiap santri.
Misalnya:
Intinya, jangan sampai ada kebutuhan dasar yang tidak dimiliki, karena ini bisa memicu terjadinya ghosob.
Barang yang dimiliki santri harus dibatasi.
Kenapa?
Agar lebih terukur dan mudah dikontrol.
Kalau tidak dibatasi, akan ada santri yang memiliki barang berlebih, sehingga ketika ada barang yang dipakai orang lain, ia tidak merasa kehilangan.
Misalnya:
berapa jumlah baju yang boleh dimiliki, dan lain-lain.
Intinya, kepemilikan harus terukur.
Setiap barang yang dimiliki santri harus diberi kode.
Dan kode terbaik adalah menggunakan angka.
Misalnya: 001, 002, 003, dan seterusnya.
Dengan sistem ini:
Semua barang santri harus dicek secara rutin, minimal sebulan sekali.
Kenapa ini penting?
Karena tanpa pengecekan, santri akan merasa tidak ada tanggung jawab.
Dengan pengecekan:
Lingkungan sangat berpengaruh.
Usahakan tidak ada budaya pinjam-meminjam atau menggunakan barang orang lain tanpa izin.
Lingkungan yang baik adalah:
Sehingga tertanam bahwa ghosob adalah sesuatu yang berbahaya dan harus dihindari.
Setiap barang harus punya tempat yang jelas.
Misalnya:
Karena jika barang diletakkan sembarangan, itu akan memancing orang lain untuk menggunakannya.
Intinya…
ghosob bukan hanya masalah santri,
tapi masalah sistem dan lingkungan.
Jika sistemnya jelas, kebutuhannya terpenuhi, dan lingkungannya baik…
maka ghosob bisa diminimalisir bahkan dihilangkan.
Semoga bermanfaat.
Baarakallahufiikum.
By Ustadz:
Ibrahim Mandres..