Santri Jarang Sholat Jama’ah, Apa Yang Harus Dilakukan?

150. Bagaimana mengatur santri yang lalai dalam waktu shalat ust?

Jawaban:

Perlu kita ketahui bersama, para pengasuh dan pengurus pesantren…

Bahwa setiap kegiatan di pesantren itu harus mendapatkan penghormatan dari seluruh penghuni pesantren.

Misalnya, ketika waktu shalat tiba…
maka semua kegiatan harus dihentikan.
Tidak ada yang tetap sibuk dengan urusannya.
Semuanya bersegera menuju tempat shalat.

Begitu juga ketika ada program bersih-bersih.
Siapapun orangnya, harus terlibat.
Menjaga, mengingatkan, dan ikut membersihkan.

Intinya…
apapun programnya, itu harus diangkat bersama,
digerakkan bersama,
dan dihidupkan bersama.

Nah, berkenaan dengan pertanyaan tentang santri yang lalai dalam shalat…

Yang namanya lalai, lupa—itu hal yang normal.
Manusiawi.

Maka di sinilah pentingnya sistem.
Harus ada yang saling mengingatkan.

Di pesantren, bentuknya bisa bermacam-macam.
Ada yang menggunakan bel,
ada yang menggunakan daur,
atau bentuk pengingat lainnya.

Yang tidak kalah penting…

Program harus diperjelas.
Dalam satu hari, dari pagi sampai malam,
harus jelas kegiatannya apa saja.

Dulu, kami membiasakan semua aktivitas berjalan bersama santri.
Setiap program ada pengampunya.

  • Bersih-bersih ada yang membimbing
  • Shalat ada yang membimbing
  • Makan ada yang mengawasi

Semua kegiatan… ada yang bertanggung jawab.

Sehingga bisa terlihat:
siapa yang hadir, dan siapa yang tidak.

Hal sederhana tapi sangat berpengaruh…

Dulu, semua santri wajib punya jam.
Di kamar ada jam.
Di kelas ada jam.
Di ruang utama ada jam.

Bahkan secara pribadi… mereka juga harus punya jam.

Agar mereka tahu:
jam sekian harus berbuat apa,
di mana, dan bagaimana.

Kalau ada satu dua santri yang masih lalai…

Maka itu menjadi tugas kita semua:
guru, murobbi, musyrif, pengasuh—apapun sebutannya.

Untuk mengingatkan.
Untuk membimbing.
Untuk tidak membiarkan.

Maka kuncinya:

Perjelas programnya.
Tentukan waktunya.
Biasakan mereka dengan waktu (jam).
Dan terus saling mengingatkan.

Dan yang paling penting…

Tanamkan kepada mereka manajemen keuntungan.

Agar mereka melakukan itu…
bukan karena takut aturan,
tapi karena mereka merasa butuh.

Baarakallahufiikum.

You might also like

Kafa Institute Adalah mitra terpercaya dalam membangun SDM yang berkualitas dengan nilai-nilai Islami, profesional, dan berdaya guna baik secara pribadi maupun organisasi

Chat WhatsApp
Chat